Kamis, 16 Februari 2017

MENUJU PADANG KURUSETRA

MENUJU PADANG KURUSETRA
Andi Abi Abdullah

Konflik yang berkepanjangan dialami oleh Pandawa Dan Kurawa telah mencapai puncaknya dan akan ditentukan di babak terakhir yaitu di padang kuru setra. Disitulah akan terjadi penentuan dari perseteruan antara haq dan batil, antara kebenaran islam dan kedzoliman, antara jalan Allah atau jalan lainnya.
Krisna sebagai tokoh yang disegani kedua belah pihak harus memutuskan memihak kemana, akhirnya diadakan perundingan, hasil dari perundingan adalah ribuan prajurit krisna menjadi bagian kurawa, sedang krisna seorang diri menjadi bagian Pandawa. Terlihat tidak adil memang, tapi sesungguhnya kekuatan tidak terletak pada banyaknya orang.
Masuknya krisna dalam barisan pandawa adalah keuntungan besar karena krisna sangat cerdik, jago strategi, dan memiliki hati yang bersih sebagai modal awal mendapat bantuan bala tentara berupa para malaikat dari Allah SWT. Beberapa nasehat krisna untuk para pendukung Pandawa adalah sebagai berikut :
1.         Merubah strategi kampanye,
prediksinya apabila peperangan dilakukan sekarang maka skor nomor 2 menjadi 48%. Skor nomor 3 menjadi 49%. Sisa 3% yang belum membuat keputusan, inilah yang akan diperebutkan, namun harus di ingat bahwa 3% ini dari golongan menengah keatas dari segi ekonomi dan intelektual, sudah tidak tepat lagi menggunakan Al maidah 51, menggunakan kesukuan, PKI dan sejenisnya. Strategi yang dipakai adalah program apa yang akan menguntungkan kelompok 3% ini dari segi peluang bisnis, kenyamanan lingkungan, dan kehidupan sosial lainnya.
Kelompok 3% ini dari golongan intelektual karena itu mereka bisa membedakan mana hoax mana nyata, sehingga bila ada komunitas yang asyik dengan hoax akan mereka hindari, maka mulailah disiplin untuk selektif tidak membuat dan menyebarkan hoax, cek info yang masuk dari siapapun datangnya, lebih fokus pada program untuk rakyat.
2.        Dari segi aturan perang, kurawa tidak ada batasan sehingga bisa menghalalkan segala cara untuk menang, sementara pandawa terikat pada norma dan etika, serta ajaran agama, dari segi dana kurawa memiliki mesin cetak uang yang tak berseri, berapapun yang dibutuhkan tidak ada masalah, sementara pandawa hasil dari iuran pendukung dengan jumlah terbatas, maka cara untuk menang bukanlah beradu fisik, beradu dana, tapi dengan mencari dukungan besar dari tentara Allah berupa para malaikat, dukungan ini bisa datang apabila kita tidak berlaku fasik, tidak dholim, tidak menipu, tidak mengambil hak orang lain, jauhi hoax, tidak membikin dan tidak menyebarkan.
Jangan sampai pertolongan Allah tidak hadir karena salah satu barisan pandawa telah berbuat fasik dan tidak adil sebagaimana Para sahabat yang berdoa minta turun hujan namun tidak dikabulkan karena salah satu yang berdoa memakai pakaian yang bukan hak nya.
3.        Tingkatkan Akhlak kita, santun dan ramah, bersikap baik pada komunitas kelompok 2 dan golongan 3%, tunjukan budi pekerti yang baik, ahlak islam, silaturohim, kirim bingkisan, berbagi makanan, dekati mereka laksana saudara hingga mereka berpindah ke barisan pandawa bukan karena melihat yudistira atau bima, tapi karena sungkan dengan kalian yang telah berakhak mulia, biarkan mereka berfikir, satu suara tidak akan merugikan kurawa.
4.        Perbanyak ibadah, kuatkan iman, terus berdoa meminta pertolongan Allah, bersedekah, karena dengan itu semua kita bisa meraih kemenangan dengan ridho Allah.
5.        Hindari perpecahan internal, tunda pembahasan yang bisa menuju konfliq, satu dalam kesamaan tujuan, rapi dalam barisan, ikuti perintah komando, jangan berijtihad bila belum yakin mampu. Konsultasi dengan yang berilmu.
Itulah lima pesan krisna yang menjadi pegangan Pandawa lima, yang akan menjadikan lima sila (pancasila) akan tegak kembali di negeri ini.
Semoga padang kurusetra menjadi pembuktian dimana kita mengambil posisi saat Allah sedang memguji iman kita dengan ketakutan dan kematian yaitu berada dalam barisan tentara Allah, amin.
  

Senin, 13 Februari 2017

Kama takunu yuwalla `alaykum

Kama takunu yuwalla `alaykum
Andi Abi Abdullah

Sahabatku yang bijaksana,

Beredar dimedia sosial berbagai cela dan hujatan yang diberikan kepada para pemimpin kita, baik itu pemimpin organisasi sosial, organisasi massa, lingkungan bahkan pemerintahan. Semua terkena celaan dari sana sini, kiri dan kanan, bahkan sering kali untuk mencela dan ‘menghakimi’ sebuah kesalahan kita telah berlaku tidak adil dengan melampaui batas.

Ingatlah sahabatku, mereka pemimpin saat ini adalah pilihan kita saat pemilu dulu, maka apapun hasilnya itu adalah buah dari kepercayaan yang kita berikan. Sudah tentu kita memilih pemimpin yang sesuai dengan kita, maka seharusnya ketika saat ini kita memiliki pemimpin yang kurang baik berarti ada yang salah dengan diri kita.
Seorang bijak mengatakan   Kama takunu yuwalla `alaykum  Sebagaimana keadaan kalian, maka begitulah pemimpin yang lahir di tengah kalian. Artinya bahwa pemimpin saat ini adalah cerminan kita saat ini, begitulah kondisi masyarakat indonesia. Buruk pemimpin menurut kita berarti buruk pula kita, kasar pemimpin kita berarti kasar pula kita, arogan pemimpin kita berarti berarti arogan pula kita.
Karena itu wahai sahabatku,  carilah pemimpin yang baik, yang cinta dan takut kepada Allah karena dari situ akan lahir kemakmuran bagi rakyatnya. Memilih  pemimpin yang baik adalah bagian dari dakwah islam, bagian dari pergerakan umat, maka kerjakanlah, ini bukan himbauan yang bisa dijalankan dan bisa diabaikan, ini adalah perintah yang harus kita laksanakan, karena bila tidak maka Allah akan menganti mereka yang tidak memperjuangkan umat dan meninggalkan syariat dengan kaum yang jauh lebih baik untuk menegakkan Islam di negeri ini.
Siapakah kaum atau generasi yang akan menggantikan orang orang yang tidak peduli lagi kepada Allah , dan akan menjadikan sebuah negeri menjadi penuh kedamaian?
Pertanyaan ini terjawab dalam surat Al  Maidah 54,

kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.” (QS Al-Maidah: 54)

telah jelas bahwa akan hadir generasi hebat, generasi yang mencintai Allah, yang tidak takut celaan dan bersikap lembut terhadap orang mukmin, mereka ini yang akan memimpin negeri ini , karena itu jangan hanya bersantai menunggu mati, terlibatlah dalam menyonsong generasi Al Maidah 54, turut serta dan masuk dalam barisan tersebut kemudian bergerak melakukan perubahan.

“Allah azza wajalla mengabarkan tentang kemampuan-Nya yang amat agung bahwa siapa saja yang berpaling dari memperjuangkan agama-Nya dan menegakkan sayariat-Nya, sesungguhnya Allah akan mengganti mereka dengan orang-orang yang lebih baik dari mereka, lebih kuat dan lebih lurus jalannya.” (Tafsir Ibnu Katsir: 2/65)

Apabila generasi tersebut telah lahir, umat sudah mulai rapi dalam barisan, maka saat itulah akan muncul pemimpin yang berkualitas, yang menjadikan Allah sebagai tujuan, membangun dengan hati dan kesabaran, menjaga anak cucu kita dengan warisan kebaikan, hingga negeri ini hidup dalam kedamaian.

Kama takunu yuwalla `alaykum  Sebagaimana keadaan kalian, maka begitulah pemimpin yang lahir di tengah kalian.

Semoga dengan bersama sama kita melakukan perbaikan diri, menguatkan ukhuwah, menebarkan perbaikan dan kebaikan maka akan terlahir pemimpin terbaik di Negeri NKRI yang kita cintai ini, amin.


Sabtu, 11 Februari 2017

BEBERAPA KEUTAMAAN SHOLAT BERJAMAAH



BEBERAPA KEUTAMAAN SHOLAT BERJAMAAH


Sahabatku yang sholeh,

Kita telah memahami bahwa sholat berjamaah mendapatkan keutamaan 27 derajat kali lebih baik dibanding sholat sendiri, mari kita jaga agar disetiap kesempatan kita bisa melaksanakan sholat dengan berjamaah dimasjid agar mendapatkan keutamaan tersebut.
Selain keutamaan 27 derajat dalam berjamaah, ada beberapa hal lagi yang bisa kita dapatkan dalam sholat berjamaah apabila kita laksanakan dengan baik.

1.     Bagi yang berada di shaff pertama medapatkan sholawat dari Allah dan malaikat.
(“Sesungguhnya Allah dan para Malaikat memberikan sholawat kepada orang-orang yang berada di shaf pertama.” HR. Ibnu Hibban no.2157)

2.     Bila mengucapkan “amin” bersamaan dengan malaikat maka akan diampuni dosa yang telah lalu.
Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW :
"Jika imam mengucapkan "Ghoiril maghdhubi'alaihim waladhdholliin", maka ucapkan "amin" karena sesungguhnya siapa yang mengucapkan "amin" bersamaan dengan ucapan malaikat maka ia akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."

3.     Terbebas dari api neraka dan kemunafikan.

"Barangsiapa yang shalat karena Allah selama 40 hari secara berjama’ah dengan mendapatkan Takbiratul pertama (takbiratul ihramnya imam), maka ditulis untuknya dua kebebasan, yaitu kebebasan dari api neraka dan kebebasan dari sifat kemunafikan." (HR. Tirmidzi, dihasankan oleh Syaikh Al Albani di kitab Shahih Al Jami’ II/1089, Al-Silsilah al-Shahihah: IV/629 dan VI/314).

4.     Mendapatkan pahala yang lebih besar dari dunia dan seisinya.
bertanya Abdurahman bin auf kepada Rasulullah Saw. " Saya tadi terlambat melakukan takbiratul ihram bersama dengan imam karena saya mengurus harta perniagaan saya, lalu saya menyedekahkan semua dijalan Allah. Apakah tercapai pahala takbiratul ihram setelah imam ? " maka Rasul menjawab, " Tiada ". Beliau bertanya lagi " Ya Rasulullah, Aku sedekahkan semua harta yang saya miliki dijalan Allah, apakah tercapai pahala takbiratul ihram tadi ?" Rasul menjawab lagi, " Tiada ". Abdur Rahman bin 'Auf bertanya lagi, " Saya memiliki seorang hamba sahaya, saya merdekakan dia. Apakah tercapai pahala takbiratul ihram tadi ? ". Rasul menjawab lagi, " Tiada ". Lalu Rasulullah Saw. bersabda. " Hai Abdur Rahman bin 'Auf, jika dunia beserta isinya ini adalah hartamu kemudian kamu sedekahkan dijalan Allah, sungguh tiada tercapai akan kelebihan takbiratul ihram tadi. kitab Sirus Salikin halaman 188 Jilid (Juzu') 1

5.     Mendapatkan pahala sholat malam.
Barang siapa shalat isya dengan berjamaah, pahalanya seperti shalat setengah malam. Barang siapa shalat isya dan subuh dengan berjamaah, pahalanya seperti shalat semalam penuh.” (Syarh al-Bukhari, al-‘Utsaimin, 3/62, Fathul Bari, 2/154—157)

Demikian saudara saudaraku,
Beberapa keutamaan yang kita dapatkan apabila  menjaga sholat berjamaah, semoga yang sedikit ini mampu membuka hati kita, memotivasi semangat kita, dan kita terus berupaya memperbaiki diri dalam berbagai aktifitas ibadah yang kita jalani,
Semoga kedepan kita menjadi orang yang makin khusu’ dalam beribadah, bersih dari penyakit hati, dan mendapatkan surgaNya Allah SWT,  amin,   





Senin, 06 Februari 2017

MENJADI KUBURAN AIB SAUDARAMU
Andi Abi Abdullah


Saudaraku yang sholeh,
Kemajuan komunikasi modern menyisakan masalah serius bagi kita, media sosial tidak sekedar menjadi ajang shilaturohim namun juga menjadi tempat yang bebas untuk menyebarkan isyu fitnah ghibah dan aib orang lain. Semua merasa berhak menyebarkan berita tanpa dikonfirmasi dulu kebenarannya, semua merasa berhak menyampaikan “kebenaran” tanpa melihat dampak dari apa yang ia sebarkan, padahal sesuatu yang kita lihat sederhana, senda gurau, ketika telah meluas bisa berakibat suatu pemahaman yg salah atau bahkan kejadian besar yang tak terkontrol.
Saudaraku yang sholeh,
Mulai sekarang mari kita tingkatkan kualitas  dalam menggunakan media sosial, hanya digunakan untuk kebaikan diri dan orang lain, menjaga dari yang tidak dan kurang manfaat, tidak hanya berhenti pada benar atau salah tapi juga dampak sosial atas apa yang akan kita sampaikan.
Allah telah mengingatkan kita
Sesungguhnya orang-orang yang suka tersebar keburukan di antara orang-orang yang beriman bagi mereka azab yang pedih di dunia dan akhirat. Allah Mengetahui sedang kalian tidak mengetahui.” (An-Nur: 19)
Bukan hanya berita bohong yang dilarang untuk disebarkan, dalam ayat tersebut bahkan berita benarpun kalau itu adalah keburukan kita dilarang untuk menyebarkannya, apalagi kalau berita fitnah.....
Mari kita hindari membicarakan keburukan orang lain, apabila ada yang menyampaikan kepada kita tentang keburukan seseorang maka ingatlah jangan disebarkan, jangan menjadi bahan obrolan, simpanlah, lupakanlah, tinggalkanlah, kuburlah berita tersebut agar tidak muncul lagi, jadilah kuburan bagi aib saudaramu, bukan malah menjadi pedangan bagi aibnya.
“Seburuk-buruk orang adalah yang selalu menyibukkan dirinya dengan menyebut-nyebut keburukan orang lain,” demikian pesan tabi‘in terkemuka, Ibnu Sirin
Menyebutkan saja kita dilarang, apalagi kalau kemudian kita menjadi orang yang mencari cari kesalahan orang lain kemudian kita sebarkan, 
karena tidak suka pada seseorang maka kita kuliti orang tersebut, kita cermati, tak ada yang lolos dari penglihatan kita kemudian kita sebarkan sebagai aib, maka ini adalah perbuatan yang sangat keji. Rasulullah telah ingat kan :
“Wahai sekalian orang yang mengaku berislam dengan lisannya dan iman itu belum sampai ke dalam hatinya. Janganlah kalian menyakiti kaum muslimin, janganlah menjelek-jelekkan mereka, jangan mencari-cari aurat mereka. Karena orang yang suka mencari-cari aurat saudaranya sesama muslim, Allah akan mencari-cari auratnya. Dan siapa yang dicari-cari auratnya oleh Allah, niscaya Allah akan membongkarnya walau ia berada di tengah tempat tinggalnya.” (HR. At-Tirmidzi 2032)
Janganlah mencari kesalahan orang lain, dan janganlah suka menyebarkan kejelekan orang lain, jadilah kuburan yang baik bagi aib saudaramu, kubur dan lupakanlah.....
Semoga Allah akan kubur dosa dan kesalahan kita karena menjadi pribadi yang pandai menjadi kuburan bagi aib saudara kita, amin.


Selasa, 31 Januari 2017

APAKAH SAYA MUNAFIQ ?

APAKAH SAYA MUNAFIQ ?
Andi Abi Abdullah


Sahabatku yang alim dan ahli tafsir,

Ajarilah aku memahami ayat ini, ayat yang terkandung dalam surat An Nisa 138 yang mengatakan :

 Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih,

Mohon jelaskan pertanyaan sederhanaku :
Siapakah yang akan menyiksa orang munafiq?
 apakah siksaan ini hanya di dunia ataukah juga di akherat?
Seperti apakah pedihnya?
Mampukah kita menghadapi siksa tersebut sehingga kita boleh saja menjadi munafiq?
Lalu siapakah orang munafiq yang diancam akan disiksa dengan siksaan pedih ini?
Bantulah aku sahabat untuk menjawab pertanyaan pertanyaan tersebut, agar hatiku tenang dan tidak terjebak menjadi orang munafiq.

Oh.... maafkan aku,
Ternyata siapa yang dimaksud dengan orang munafiq ada di ayat berikutnya , An Nisa 139

“ (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mu’min. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah”

Sahabat mohon jelaskan kembali ayat ini, agar aku yang lemah ilmu ini bisa faham
Orang munafiq adalah yang mengambil orang kafir menjadi teman penolong, pemimpin,  dan meninggalkan orang orang mukmin. Benarkah demikian?
Benarkah dengan memilih pemimpin orang kafir kita menjadi munafiq?
Bila benar kenapa banyak yang melakukan itu ?
Tolong jelaskan sahabat, jelaskan hingga hati ini bisa memahaminya.
Sebagian mereka (orang munafiq) menganggap ada kekuatan besar disisi orang kafir yang akan menolong mereka, benarkah itu?
Benarkah kekuatan itu begitu besar?
Besar mana dengan kekuatan Allah?
Bisakah kekuatan orang kafir tersebut bisa menolong kita dari siksa Allah?
Bisakah sahabat, ? jawablah....
Agar aku tenang menjalani hidup yang sebentar ini.

aku tunggu jawabmu sahabat, semoga kita tidak termasuk dalam golongan orang munafiq, dan neraka menjadi tempat kembali kita, amin.

Akankah orang kafir yang engkau bela akan membelamu di hari perhitungan nanti?



Selasa, 24 Januari 2017

TAWADHU MEMBUAT KITA MULIA

TAWADHU MEMBUAT KITA MULIA


Sahabatku yang rendah hati,

Salah satu sifat yang membuat Rasulullah begitu disegani dan dihormati umat adalah sifat tawadhu. Tawadhu artinya bersikap rendah hati, tidak merasa lebih baik dari orang lain.
Sikap tawadhu akan menjadikan seseorang bersikap tenang, tidak ingin dilihat lebih oleh orang lain, tidak ingin membanggakan diri, berbuat kebaikan semata mata untuk Allah, karena Allah dan demi Allah, tak ada niat yang lain.
Allah SWT mengingatkan dalam alquran :

Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan. (QS. Al Furqaan: 63)

Sikap orang yang tawadhu selain rendah hati juga membalas kejahilan / perbuatan yang tidak menyenangkan dengan kata kata yang baik, doa keselamatan untuk yang berbuat jahil.
Tawadhu menjadi sangat penting karena upaya terbaik untuk menjaga amal kita agar tetap ikhlas baik saat melakukan maupun setelah melakukan adalah dengan sikap tawadhu. Tanpa ini maka banyak nilai kebaikan yg kita lakukan menjadi hilang dan musnah karena hilangnya rasa ikhlas yang ada dalam hati kita akibat  tidak tawadhu, mudah berbangga diri, senang dipuji, dan menikmati menikmati sanjungan.

Rasulullah SAW bersabda yang artinya “Tiada berkurang harta karena sedekah, dan Allah tiada menambah pada seseorang yang memaafkan melainkan kemuliaan. Dan tiada seseorang yang bertawadhu’ kepada Allah, melainkan dimuliakan (mendapat ‘izzah) oleh Allah. (HR. Muslim).

Orang yang tawadhu akan mulia tanpa minta dimuliakan, akan terhormat tanpa minta dihormati, akan menjadi panutan tanpa harus menduduki jabatan.

Sahabatku yang rendah hati,

Mari bersama sama kita memperbaiki diri, belajar menjadi orang yang tawadhu, belajar menekan dan menghilangkan rasa sombong yang sering muncul didalam hati kita, apa yang mau kita sombongkan? Karena apapun yang ada pada kita saat ini sesungguhnya bukan milik kita, namun milik Allah, bila Allah mengambil itu semua maka kita akan berada di titik terbawah tanpa nilai apa apa.
Harta, kedudukan, kecerdasan, semua adalah miliki Allah, dan mudah bagi Allah untuk mengambilnya kembali, maka jadilah tawadhu, rendah hati, itu adalah bagian dari cara kita mensyukuri atas apa yang kita miliki.

Semoga dengan sifat tawadhu kita bisa menjaga diri dari jeratan tipu daya dunia, dan menyelamatkan kita dari Siksa api neraka, amin.


Rabu, 11 Januari 2017

JAGALAH LIDAHMU

JAGALAH LIDAHMU

       Sahabatku yang sholeh,
Salah satu upaya perbaikan diri yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan derajat kita dihadapan Allah dan dihadapan manusia adalah menjaga lidah.
Benda kecil lunak yang ada didalam mulut kita bernama lidah ini seringkali bisa membuat derajat kita naik dihadapan Allah, namun disisi yang lain, ketika salah dalam memanfaatkannya justru akan menyeret kita dalam neraka jahanam.
Kapankah lidah mampu membuat derajat kita tinggi dihadapan Allah?

Ingatlah dengan hadist Rasulullah Saw :“Apabila seorang hamba berbicara dengan satu kalimat yang diridhai Allah, walaupun ia tidak menganggapnya bernilai, maka Allah mengangkat derajatnya.” (HR.Al-Bukhari)

Hanya dengan satu kalimat sahabatku, hanya satu kalimat
Satu kalimat yang di ridhoi Allah maka akan diangkat derajat kita, karena itu tebarkanlah kebaikan, ucapkanlah kalimat baik, maka dengan itu insyaAllah kebaikan akan menyertai kita dunia akherat.
Lalu kapankah lidah akan menyebabkan kita terperosok dalam neraka jahanam?
Lidah akan menyebabkan kita masuk kedalam neraka ketika kita tak mampu menjaganya dengan baik, kita biarkan ia mengucapkan segala kalimat yg terlintas di otak tanpa disaring dan dipilih, mudah sekali mengomentari orang lain, mudah mengucapkan kata kotor dan mencela.
Begitu banyak penyakit yang dimiliki lidah , ghibah, berdusta, mengadu domba, berkata keji, riya’, terlibat dalam kebathilan, bertengkar, marah, menyingkap aurat orang dan lainnya, dan banyak lagi.
Semua hal itu dilakukan oleh benda kecil yang ada di mulut  hingga menjerumuskan kita kedalam neraka.

Sahabatku yang sholeh,
Ingatlah akan sebuah hadist ini :
“ Siapa yang menahan lidahnya pasti Allah menutupi auratnya, siapa yang dapat menahan amarahnya pasti Allah melindunginya dari siksaNya, dan siapa meminta ampun kepada Allah, Dia pasti menerima permohonan ampunannya “ (HR. Ibnu Abi Dunya).

Barang siapa menahan lidahnya maka Allah akan menutupi aurotnya, aurat yang dimaksud disini adalah kekurangan dan kelemahan kita, khilaf yang pernah kita lakukan, semua akan ditutupi oleh Allah hingga kita terjaga dari orang lain.
Barang siapa yang mampu menjaga lidah hingga tidak mengungkapkan kemarahannya maka Allah akan melindunginya dari siksa , ini adalah kemurahan yang Allah berikan kepada kita apabila mampu menjaga lidah untuk tidak marah, bukankah engkau ingin mendapatkannya wahai sahabatku?
Demikian banyak kejelekan yang bisa dilakukan oleh lidah hingga menyeret kita kedalam neraka, namun juga begitu banyak hadiah yang Allah berikan apabila kita mampu menjaga dan memanfaatkan lidah dengan baik, karena itu semua kembali kepada kita masing masing, apakah lidah yang kita miliki akan kita manfaatkan untuk meraih kemuliaan ataukah akan kita biarkan menjadi penyebab turunnya siksa?

Semoga kita semua menjadi pribadi yang selalu memperbaiki diri dan mampu menjaga lidah dengan baik sehingga menghantarkan kita menuju surgaNya Allah yang di janjikan, amin.