Rabu, 11 Januari 2017

JAGALAH LIDAHMU

JAGALAH LIDAHMU

       Sahabatku yang sholeh,
Salah satu upaya perbaikan diri yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan derajat kita dihadapan Allah dan dihadapan manusia adalah menjaga lidah.
Benda kecil lunak yang ada didalam mulut kita bernama lidah ini seringkali bisa membuat derajat kita naik dihadapan Allah, namun disisi yang lain, ketika salah dalam memanfaatkannya justru akan menyeret kita dalam neraka jahanam.
Kapankah lidah mampu membuat derajat kita tinggi dihadapan Allah?

Ingatlah dengan hadist Rasulullah Saw :“Apabila seorang hamba berbicara dengan satu kalimat yang diridhai Allah, walaupun ia tidak menganggapnya bernilai, maka Allah mengangkat derajatnya.” (HR.Al-Bukhari)

Hanya dengan satu kalimat sahabatku, hanya satu kalimat
Satu kalimat yang di ridhoi Allah maka akan diangkat derajat kita, karena itu tebarkanlah kebaikan, ucapkanlah kalimat baik, maka dengan itu insyaAllah kebaikan akan menyertai kita dunia akherat.
Lalu kapankah lidah akan menyebabkan kita terperosok dalam neraka jahanam?
Lidah akan menyebabkan kita masuk kedalam neraka ketika kita tak mampu menjaganya dengan baik, kita biarkan ia mengucapkan segala kalimat yg terlintas di otak tanpa disaring dan dipilih, mudah sekali mengomentari orang lain, mudah mengucapkan kata kotor dan mencela.
Begitu banyak penyakit yang dimiliki lidah , ghibah, berdusta, mengadu domba, berkata keji, riya’, terlibat dalam kebathilan, bertengkar, marah, menyingkap aurat orang dan lainnya, dan banyak lagi.
Semua hal itu dilakukan oleh benda kecil yang ada di mulut  hingga menjerumuskan kita kedalam neraka.

Sahabatku yang sholeh,
Ingatlah akan sebuah hadist ini :
“ Siapa yang menahan lidahnya pasti Allah menutupi auratnya, siapa yang dapat menahan amarahnya pasti Allah melindunginya dari siksaNya, dan siapa meminta ampun kepada Allah, Dia pasti menerima permohonan ampunannya “ (HR. Ibnu Abi Dunya).

Barang siapa menahan lidahnya maka Allah akan menutupi aurotnya, aurat yang dimaksud disini adalah kekurangan dan kelemahan kita, khilaf yang pernah kita lakukan, semua akan ditutupi oleh Allah hingga kita terjaga dari orang lain.
Barang siapa yang mampu menjaga lidah hingga tidak mengungkapkan kemarahannya maka Allah akan melindunginya dari siksa , ini adalah kemurahan yang Allah berikan kepada kita apabila mampu menjaga lidah untuk tidak marah, bukankah engkau ingin mendapatkannya wahai sahabatku?
Demikian banyak kejelekan yang bisa dilakukan oleh lidah hingga menyeret kita kedalam neraka, namun juga begitu banyak hadiah yang Allah berikan apabila kita mampu menjaga dan memanfaatkan lidah dengan baik, karena itu semua kembali kepada kita masing masing, apakah lidah yang kita miliki akan kita manfaatkan untuk meraih kemuliaan ataukah akan kita biarkan menjadi penyebab turunnya siksa?

Semoga kita semua menjadi pribadi yang selalu memperbaiki diri dan mampu menjaga lidah dengan baik sehingga menghantarkan kita menuju surgaNya Allah yang di janjikan, amin.




Selasa, 27 Desember 2016

TURN BACK FASIQ !!!

TURN BACK FASIQ !!!

Sahabatku alumni 212,
Setiap perjuangan akan meminta pengorbanan, setiap pertempuran akan mengalami serangan
Setiap kebaikan akan selalu berhadapan dengan kefasiqkan.
Saat ini ketika gelora 212 sudah mulai sayup sayup, sebagian mulai merencanakan untuk mencicipi ghonimah, maka  barisan orang orang fasiq mulai menata barisan, menyiapkan pukulan balasan dengan berbagai cara dan metode. karena itu wahai para alumni 212, jangan engkau sarungkan ‘pedang’mu , jangan engkau ikat tali kekang kudamu, karena pertempuran belum selesai, medan jihad masih hangat dan akan memanas kembali.
Berbagai upaya makar mulai di lakukan oleh barisan orang orang fasiq, penangkapan beberapa aktifis islam, pelaporan tokoh dan ulama kita dengan berbagai alasan, penyudutan berita, pembiasan kebenaran, ditimbulkannya polemik dengan debat tak berkesudahan, semua dilakukan secara rapi dan terstruktur, menggiring umat agar cepat lupa dengan semangat 212, agar umat merasa telah selesai berperang, agar umat merasa waktunya menikmati kemenangan, padahal itu semua adalah tipu daya, upaya makar yg di susun secara baik oleh mereka barisan fasiqun dan munafiqun, dibiayai oleh musuh musuh Allah.
Ingatlah akan sebuah ayat :
Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya” surat Ali Imran : 54
Yakinlah wahai sahabat,..
Bahwa Allah tidak akan tinggal diam dengan berbagai upaya makar yang mereka lakukan dan akan membalas dengan balasan terbaik, hanya apakah kemudian kita menjadi jalan pembalasan itu atau tidak, kita di hitung sebagai bagian pembalasan itu atau tidak kembali kepada diri kita masing masing.
Apakah kita akan berpangku tangan menjadi penonton ?, ataukah menyambut takdir Allah dengan berbagai ikhtiyar yang kita lakukan ? Semua kembali kepada diri kita dan tentu akan ada hari hisabnya nanti di akherat kelak.
Sahabatku alumni 212,
Tidak perlu ragu apalagi gentar dengan berbagai sekenario yang disusun oleh mereka, tidak perlu kawatir dengan besarnya kekuatan yang mereka tunjukkan, dana yang mereka gelontorkan, karena kita punya Allah yang maka kuat dan maha besar dananya.
Tugas kita hanyalah menyempurnakan ikhtiar terbaik yang bisa kita lakukan, masalah kemenangan biarlah menjadi urusan Allah.
Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya." ( As-Shaff : 8 )
Semoga hati kita selalu terjaga dengan cahaya Allah hingga berada di  jalan yang lurus dan terang benderang, semoga ikatan kebersamaan ini akan tetap terjaga hingga kelak bersama menikmati surganya Allah, Amin.


Rabu, 21 Desember 2016

JANGAN RENDAHKAN WANITA DENGAN KESETARAAN

JANGAN RENDAHKAN WANITA DENGAN KESETARAAN

Sahabatku yang berbakti kepada Ibu,

Dihari istimewa ini kembali kita di ingatkan betapa mulianya sosok seorang ibu bagi kita semua.
Kasihnya yang tak luntur oleh waktu, tak usang oleh perubahan jaman, tak pernah habis walau sekian lama beliau curahkan sudah seharusnya dan harus kita balas dengan pengagungan dan penghormatan kepada beliau sebagai seorang ibu,
 dari rahimnyalah kita terlahir dan mengenal dunia ini.
Dari air susunya kita tumbuh dan berkembang, itu semua tak bisa dibalas dengan apapun selain hormat patuh , pelayanan dan cinta terbaik yang kita berikan, jangan sampai kemudian justru kita berprilaku yang membuatnya kecewa, karena sedihnya adalah bencana buat kita, mana mungkin kita bisa menjalani hidup dengan bahagia apabila ibu merasa sedih kecewa atau bahkan terluka oleh prilaku kita?

Sahabatku yang berbakti pada ibu,
Salah satu cara menjaga kemuliaan seorang ibu adalah menempatkannya di tempat terbaik, tempat istimewa
Yaitu tempat yang memiliki kedudukan lebih tinggi dari kita, lebih terhormat, lebih mulia.
Karena itu janganlah kita rendah kan sosok seorang ibu dengan ‘emansipasi’ yang diartikan kita sejajar dengan ibu, jangan turunkan kemuliaan seorang ibu dengan ‘kesetaraan’ karena sesungguhnya kita tidak setara, seorang ibu (wanita) adalah sosok yang memiliki tempat lebih mulia dari kita, sehingga meminta emansipasi, meminta kesetaraan sama artinya dengan meminta ibu kita direndahkan, diturunkan dari tempatnya yang mulia.
Mari kita lihat betapa mulianya sosok ibu ( wanita) sehingga tidak layak kita meminta kesetaraan
A.        Wanita taat kepada suami (laki laki ), laki laki memiliki ketaatan kepada wanita (ibu) 3 kali lipat dibanding kepada ayahnya (laki laki).
B.        Wanita mendapatkan warisan setengahnya laki laki tetapi itu miliknya pribadi, sedang laki laki memiliki warisan lebih banyak namun harus digunakan untuk istri dan anak anak.
C.        Seorang laki laki diharuskan sholat berjamaah dimasjid ( pergi keluar rumah) sedang seorang wanita cukup di dalam rumah.
D.        Surga dibawah telapak kaki ibu (wanita), artinya ketaatan kepada wanita buahnya adalah surga.
E.         “Barangsiapa yang mempunyai tiga orang anak perempuan, dia melindungi, mencukupi, dan menyayanginya, maka wajib baginya surga.” Ada yang bertanya, “Bagaimana kalau dua orang anak wanita wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Dua anak wanita juga termasuk.” (Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad no. 178)
Dan masih banyak kemuliaan seorang wanita yang bisa kita dapatkan dari syariat islam, kewajiban mencari nafkah bagi suami tapi tidak wajib bagi wanita, kewajiban pergi berperang bagi laki laki tapi tidak bagi wanita dan lain lain.

Sahabatku yang berbakti kepada Ibu,
Mari kita junjung tinggi dan muliakan para wanita sebagaimana Allah telah perintahkan, sebagaimana Rasulullah telah ajarkan, jangan hinakan mereka, turunkan derajatnya dengan memposisikan wanita sejajar dengan kita, setara dengan laki laki, karena sesungguhnya tempatnya jauh lebih mulia dari kita sebagai laki laki.

Semoga setiap wanita yang dalam perlindungan kita menjadi sosok yang mulai dan dimuliakan, sehingga kesehariannya selalu merasakan kebahagiaan buah dari penghormatan yang kita berikan Amin, dan semoga setiap wanita lain mendapatkan penghormatan yang sama dari laki laki yang menjadi pelindung mereka, amin.



Senin, 19 Desember 2016

BELAJAR  STRATEGI RASULULAH

Sahabatku ahli syiroh,
Situasi terkini umat sedang di goyang dengan berbagai peristiwa politik yang bersinggungan dengan agama,
 ghiroh umat yang serentak menggelora menyebabkan kesadaran multi dimensi terjadi disemua bidang, kita syukuri namun kita juga harus waspada bahwa musuh musuh islam juga banyak, mereka akan bangkit dan serentak menyerang kita apabila tidak dikondisikan dengan baik. Ini sangat berbahaya.
Marilah kita belajar dari Rasulullah bagaimana menyusun strategi menghadapi musuh musuh islam yang banyak dan ada dimana mana.
Ketika Rasulullah berada di madinah dan musuh musuh islam mulai mengarahkan senjatanya ke umat, maka Rasulullah mengadakan “piagam madinah”,
 ada strategi apa dalam perjanjian tersebut?
Point penting dalam perjanjian tersebut adalah kaum yahudi madinah terikat perjanjian untuk tidak memerangi umat islam, ini artinya Rasululah telah mengikat kaki sebagian musuh Allah dan bisa berkonsentrasi menghadapi musuh yang lain.
sasaran Rosulullah adalah kafir kuraisy dari mekah.
Ini strategi yang luar biasa cerdas, menghadapi 2 musuh atau lebih secara bersamaan tentu akan lebih sulit dibanding menghadapi satu musuh, dengan strategi ini maka umat mengalami kemenangan di beberapa peperangan.
Ketika kafir quraisy sudah kurang berbahaya, kekuatannya melemah, maka Rasulullah ikat mereka dengan perjanjian hudaibiyah, yaitu perjanjian untuk tidak saling menyerang.
Dengan adanya perjanjian ini maka Rasulullah tidak perlu kawatir dengan penyerangan kafir quraisy mekah dan bisa fokus dengan kabilah disekitar madinah serta penyebaran islam ke pelosok jazirah arab.
Kembali Rasulullah membuat strageti yang sangat luar biasa cerdas, memecah potensi persatuan musuh, dan menghadapi sebagian demi sebagian agar lebih mudah.
Saudaraku ahli syiroh,
Dari piagam madinah dan perjanjian hudaibiyah kita belajar satu hal bahwa jangan secara sembarangan menbangunkan seluruh musuh islam untuk menghadapi kita, karena kekuatan mereka cukup besar, akan sulit menghadapinya, tirulah strategi Rasulullah dengan fokus pada sebagaian musuh Allah dan menahan diri pada musuh Allah yang lain.
Bersabar untuk tidak mudah terpancing memunculkan/membangunkan musuh baru selagi kita sedang fokus menghadapi musuh yang lain.
Semoga antum semua memahami tulisan ini dengan baik, dan menjadikan strategi rasulullah sebagai pertimbangan untuk menyusun strategi ke depan agar tidak mudah reaktif, tidak mudah terpancing, namun tetap fokus pada tujuan perjuangan......#spirit212

   

Selasa, 13 Desember 2016

BELAJAR DARI PERANG UHUD

Sahabatku alumni 212,

Salah satu peristiwa sejarah yang kita harus belajar darinya adalah perang Uhud,
Banyak ibroh yang bisa kita ambil dari peristiwa peperangan tersebut, pentingnya ketaat, tidak tergoda dengan nikmat dunia, semangat jihad, kekuatan iman, strategi dalam berperang/dakwah dan masih banyak lagi.
Kali ini saya ingin mengajak antum semua wahai alumni 212 untuk mengambil pelajaran perang uhud kaitannya dengan 212.
Perang uhud adalah perang besar dimana jumlah orang kafir berkali kali lipat jumlah umat islam mampu dikalahkan hingga mundur kebelakang. Namun karena kelengahan sebagian umat diatas bukit kemudian ternyata orang kafir memiliki rencana cadangan dengan menempatkan pasukan kholid bin walid untuk memutar dan merebut bukit yang merupakan benteng strategis dalam perang hingga umat islam akhirnya terdesak.
Peristiwa 212 adalah peristiwa sejarah yang akan selalu kita ingat sepanjang masa, dimana umat yang selama ini dipinggirkan, dilemahkan, dijadikan budak dikomunitasnya sendiri mampu bangkit dan menunjukan kekuatannya hingga menggetarkan golongan orang fasik, orang munafiq, dan orang kafir.
Namun kita jangan terlalu larut dengan evoria ‘kemenangan 212” karena sebagaimana perang uhud, musuh musuh Allah telah menyiapkan pasukan “khalid bin walid’’ untuk memutar dan menyerang jantung pertahanan kita.
Dengan bendera YPP mereka mulai menaiki bukit dan menancapkan bendera kemenangan di beberapa pesantren. Dengan bantuan orang orang fasiq YPP sedang berusaha menaklukkan benteng pertahanan umat yaitu pesantren, karena itu mari wahai alumni 212 jangan engkau lepas baju perangmu, jangan engkau sarungkan pedangmu , jangan engkau larut dalam peluang ekonomi syariah yang sedang terbuka lembar, tetaplah siaga menyambut dan menyongsong peperangan baru, pertahankan jantung pertahanan kita (pesantren) dari pasukan itu (YPP). Perkuat ukuwah, rangkul yang sedang lemah iman, segera sadarkan yang khilaf agar tidak menjadi fasiq dan munafiq. Jangan tinggalkan bukit pertahanan dan hadang pasukan khalid yang datang memutar.


Sahabatku alumni 212,
Dalam perang uhud, panglima terbaik mereka bernama khalid bin walid akhirnya masuk islam dan bergabung dengan pasukan Rasulullah, tentu itu adalah sebuah takdir baik, namun  tidak berarti bahwa peristiwa itu akan terulang kembali, boleh saja kita doakan semoga pendiri YPP mendapatkan hidayah, namun tidak berarti kita harus mengendorkan penjagaan, menurunkan kewaspadaan, bagaimanapun sebelum masuk islam kholid adalah musuh paling berbahaya, begitu juga dia.
Karena itu penjagaan atas jantung pertahanan harus sangat ketat dan dilakukan semua umat dengan berbagai cara.

Sahabatku alumni 212
Sekali lagi saya mengingatkan jangan hanya fokus pada kasus hoax, karena perang ini adalah perang besar, satu panglima mereka kita pukul mundur maka segera dimunculkan panglima yang lain dengan kemampuan yang jauh lebih baik lagi.
Hati hati dengan prilaku orang orang fasiq, kelemahan iman menyebabkan mereka sering salah bersikap, bahkan seringkali nyinyir mencemooh bahkan menghujat kita, tetap bersabar dan upayakan penyadaran, karena mereka masih saudara kita.
Hati hati dengan orang orang munafiq, yang merasa beragama islam namun menikmati kebersamaan dengan musuh islam dan selalu menyerang umat islam, mulut mereka lebih tajam dari mulut musuh islam, sikap mereka lebih membahayakan untuk kita, karena itu segera jauhi komunitasnya, batasi komunikasi dengannya, jangan sampai tanpa kita sadari bisikan bisikan kesesatan melemahkan semangat jihad kita, menghapus ghiroh kita dan menjadikan kita umat yang lemah, yang tak lagi berpegang pada alquran.

Sahabatku alumni 212
Peristiwa 212 bukanlah puncak, namun awal bagi perjuangan panjang kita, jangan berharap kedepan jalan  akan bertabur bunga, namun justru akan penuh dengan lelah dan luka, darah dan keringat, intrik dan tipu daya, karena itu tetaplah waspada, bersatu dalam barisan, siapkan perjuangan terbaik untuk peristiwa yang akan datang.

Salam dariku alumni 212 untuk kalian dimanapun berada, semoga kita akan berada dalam barisan yang sama di surga kelak,      Allahu Akbar!!!   


Rabu, 07 Desember 2016

SEJARAH ITU BERNAMA 212

SEJARAH  ITU  BERNAMA   212


Sejarah itu bernama 212
Saat jutaan umat berbondong bondong menuju monas, memenuhi panggilan hati yang tersakiti
Bersama sama mengadu kehadapan Allah, Bahwa Alquran yang suci telah dinistakan oleh salah satu mahluknya
Dan umat tak memiliki tempat mengadu selain padaNya, dan memohon keadilan padaNya.

Sejarah itu bernama 212
Satu ayat dinista, semua tersentak, tersadar,
Bahwa kita umat yang besar dan kuat
Lihatlah itu, lihatlah 212
Umat bersatu dengan satu kata yang sama.....Allahuakbar !!!
Takbir menggema dari seluruh pelosok negeri
Tak ada lagi sekat NU, Muhammadiyah, persis, tarbiyah, tabliq,
Apapun organisasi dakwah yang diikuti selama ini, hanya sekedar menjadi jalur komunikasi dan koordinasi
Semua akan menjadi erat dan semakin kuat dalam persatuan islam, dalam wadah NKRI.

Sejarah itu bernama 212
Kini kesadaran kita telah pulih, Kita telah bangun dari tidur panjang yang melenakan
Saatnya kita melakukan REVOLUSI ISLAM!!!!!
Merevolusi pemikiran kita yang sering menempatkan islam hanya dimasjid, hanya di kajian, hanya di majelis taklim, hanya sekedar simbol tanpa aplikasi dalam kehidupan.
Merevolusi gerak ekonomi kita, berbisnis dengan cara islam, menjual produk islam, membeli barang dari umat islam, agar ekonomi umat ini bangkit menyejahterakan negeri Indonesia ini.
Merevolusi pemahaman dan sikap kita, tak malu lagi mengucapkan salam islam dalam berbagai momen
Tak ragu lagi melangkah kemasjid tanpa kawatir dibilang sok alim
Tak ragu lagi memakai jilbab hanya karena takut tidak modis atau dikeluarkan dari pekerjaan
Tak kawatir lagi untuk mengatakan “tidak” pada setiap ajakan dan perintah yang menyalahi hukum islam
Ini Saatnya REVOLUSI ISLAM!!!
Merevolusi aktifitas hidup kita dengan menjadikan ajaran islam sebagai pedoman, apapun siapapun dimanapun kita saat ini, berbanggalah untuk mengakui sebagai islam yang harus berpegang teguh pada ajaran islam
Niatkanlah, mulai sekarang, mulai saat ini, kita revolusi hidup kita agar sesuai dengan ajaran islam

Sejarah itu bernama 212
Adalah percikan awal revolusi islam, karena ini bukan puncaknya
Suatu saat nanti akan ada aksi yang berlipat jumlahnya, berlipat ghirohnya, berlipat pekik takbirnya
Suatu saat nanti akan ada aksi yang disambut seluruh umat dipelosok negeri
Suatu saat nanti......

Sejarah akan terulang kembali........Allahu Akbar!!!!

Senin, 28 November 2016

MENDIDIK DENGAN CARA YANG TEPAT

MENDIDIK DENGAN CARA YANG TEPAT

Sahabatku semua yang ahli dalam mendidik,
Kita telah fahami bahwa cara menanamkan dengan kuat sebuah pesan kedalam hati seseorang adalah dengan menyentuh di sisi yang tepat, membawa dalam suasana yang mendukung, mengisi relung hati, dan memberikan contoh langsung atau keterlibatan secara langsung atas apa yang kita ajarkan.
Terkadang melihat kondisi tertentu jauh lebih efektif dalam menanamkan nilai dibandingkan dengan penjelasan teoritis yang panjang.
Saya teringat kisah seorang teman,
Dulu ketika HP masih merupakan barang mewah, istrinya minta dibelikan dengan pertimbangan keluarga dikampung semua, akan mudah dihubungi dan menghubungi. Sang teman ini tidak menjawab langsung tapi mengajaknya shilaturohim ke teman halaqoh yang ngontrak di kontrakan petak, anak banyak, dikomunitas pedagang kecil yang semuanya hidup sangat sederhana.
Melihat kondisi tersebut sang istri tersadar akan khilafnya dan minta maaf kepada suaminya.
Tidak perlu dengan ceramah panjang lebar, tidak perlu pembahasan panjang, namun  hasilnya mampu menyadarkan istri untuk lebih memiliki empati, dan mengutamakan kebutuhan dari pada keinginan.
Sebagai seorang pendidik kita harus mampu melihat momen di sekitar untuk menjadi wasilah kita dalam menanamkan nilai dan pemahaman kepada orang yang kita didik agar mampu difahami dengan baik dan tertanam dengan kuat.
Demikian juga dalam mendidik anak dalam meyakini, mencintai, dan menjadikan Alquran sebagai petunjuk jalan hidup, kita harus pandai memanfaatkan situasi yang ada sekaligus menguatkan iman agar alquran bisa tertanam kuat didalam hati, tidak sekedar dibaca, tidak sekedar di lombakan, namun menjadi ruh dan kehormatan diri.
Apakah momen yang tepat untuk mendidik agar rasa cinta terhadap alquran tertanam kuat didalam hati?
Adakah wasilah istimewa yg disediakan Allah saat ini untuk mendidik agar Alquran menjadi bagian gerak hati dan tarikan nafas?
Kapankah ada momen kusus yang akan memudahkan kita mendidik?

Semoga setiap kita memahami dan bijak dalam mendidik diri pribadi, keluarga dan lingkungan hingga Alquran benar benar menjadi pedoman kita dalam menjalani hidup ini, amin