Senin, 12 September 2016

MENAMPAKKAN AMAL

MENAMPAKKAN AMAL
( Andi Abi Abdullah)

Sahabatku ahli ibadah,
Dalam melaksanakan suatu ibadah kita diharuskan untuk melakukan dengan ikhlas dan sesuai dengan tuntunan yang ada. sehubungan dengan ikhlas tersebut kemudian sering muncul pertanyaan
Apakah amal yang ikhlas itu yang tersembunyi ?
Apakah amal yang terang terangan , terlihat jelas, atau bahkan di publikasikan  amal yang tidak ikhlas ?
 Untuk menjawab pertanyaan ini saya mengutip saya ayat sederhana dalam surat Albaqoroh ayat 274 :
الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُم بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ سِرًّا وَعَلاَنِيَةً فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ وَلاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ
Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
Tidak ada masalah bagi Allah apakah amal kita sembunyi sembunyi, atau terang terangan, yang terpenting adalah kita punya kemampuan untuk menjaga amal tersebut agar tetap Ikhlas karena Allah, untuk Allah, dan hanya Allah.
Bagaimana kalau ayat ini dijadikan alasan pembenaran bagi sebagian orang untuk menyebarkan aktifitas ibadah mereka?   Contoh :
-          Laper nih, semalam nggak sahur, apa karena shaum sunah ya?
-          Alhamdulillah sudah buka puasa senin kamis
-          Kangen padang Arofah
-          Rindu tawaf
-          Sedang berbagi rejeki dengan anak yatim
-          Alhamdulillah sudah selesai satu juz hari ini
Dan berbagai contoh yang lain...
Jawab saya adalah kembalikan ke pribadi masing masing, kita tidak perlu repot menghabiskan energi menilai postingan orang lain, yang terpenting adalah amal diri kita sendiri di jaga agar tetap ikhlas sejak niat awal, saat melakukan, maupun jauh hari setelah selesai melakukan amal tersebut.
Selalu jaga hati dan fikiran untuk tidak ingin posting , menyampaikan, menyebarkan amal kebaikan agar mendapat pujian, atau diakui kesholehan kita, juga jaga diri agar tidak mudah menilai postingan orang lain ikhlas atau tidak.
Tebarkan kebaikan, syiarkan ibadah dengan cara yang lebih santun, dan lebih menjaga hati kita agar tidak terperosok ke jurang riya’, karena batasannya sangat tipis. Selalu ber istigfar agar dijaga Allah dalam niat, agar tidak bergeser niat baik kita tersebut.
Terakhir,
Pilihan apapun yang kita ambil, sembunyi maupun terang terangan harus dilandasi dengan keikhlasan diawal tengah dan akhir, dengan begitu maka insyaAllah amal kita tidak hilang terhapus dengan riya’ tetapi akan menjadi bekal di akherat nanti sebagai pemberat timbangan kebaikan kita, amin.

“Amal yang tersembunyi namun disertai kesombongan karena mampu menyembunyikan, juga akan sia sia”




Sabtu, 03 September 2016

TOLONGLAH AGAMA ALLAH

TOLONGLAH AGAMA ALLAH
( Andi Abi Abdullah)



Sahabatku ahli hikmah,
Kita sering mendengar perbincangan mengenai surat Muhammad ayat 7 yang berbunyi :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ
Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.
Kenapa Allah membutuhkan pertolongan ?
kenapa Agama Allah membutuhkan pertolongan? Bukankah yg menjaga Allah?....
saya tidak akan berpanjang lebar dengan berbagai tafsir yang ada, namun saya mengajak antum semua memahami gambaran begini, Ada si fulan datang kerumah sekedar untuk silaturohim, setelah menjelang pamit kita beri sifulan ini uang Rp.50.000.- padahal beliau tidak meminta.  Setelah itu datang si Fulanah datang kerumah menceritakan kalau pagi ini belum bisa memasak karena sudah tidak memiliki apa apa untuk dimasak, uang juga tidak punya, kemudian kita memberinya uang Rp.50.000.-
sekarang mari kita rasakan, saat memberi uang ke sifulan ‘rasa’nya bagaimana? Ketika memberi si fulanah rasanya bagaimana?
Tentu akan sangat berbeda, begitu terasa kuat, membekas, ada rasa emasional yg lebih saat kita memberi uang tersebut kepada si fulanah.
Maka barang kali ini juga yg diharapkan Allah terhadap kita, saat menjalankan “kerja” ibadah dalam bentuk megikuti taklim atau mengisi taklim, saat berbagi, saat menghadiri halaqoh, saat membantu sesama dan sebagainya. Ada kekuatan rasa yang lebih dari sekedar melakukan, ada kekuatan emosional yang menyertainya, Ghiroh yang kuat untuk mengalahkan kesibukan, kemalasan, dan beribu alasan yang sudah seringkali kita gunakan untuk menghindar dari kerja dakwah ini.
Karena itu wahai sahabatku ahli hikmah, mari kita lembutkan hati, perbaiki niat, dan tanamkan dalam benak kita bahwa Agama ini membutuhkan pertolongan kita, agar semangat kembali menyala, agar niat makin kuat, agar langkah kita semakin ringan dan bertenaga. Kemudian gandeng muslim yg lain, bersama sama saling menguatkan dan mengingatkan, menuju perbaikan dari apa yang bisa kita lakukan.
Tolonglah agama Allah, bukan karena Ia membutuhkan pertolongan, tapi karena kita membutuhkan menolong agama ini,
Semoga kita semua kembali rapi dalam barisan , satu dalam gerak, bercita cita sama, menggapai ridho Ilahi. Amin.






Jumat, 26 Agustus 2016

ADAKAH YANG LEBIH MENAKUTKAN DARI DAJJAL?

ADAKAH YANG LEBIH MENAKUTKAN DARI DAJJAL?
Andi Abi Abdullah


Sahabatku yang sholeh,
Kita semua memahami betapa fitnah dajjal akhir jaman nanti adalah kejadian yang sangat menakutkan, benar terlihat salah, salah terlihat benar, surga terlihat neraka, neraka terlihat surga. Bahkan harta terlihat mengikutinya sehingga mudah sekali manusia membenarkannya.
Namun ternyata ada yang jauh lebih menakutkan dari keadaan itu semua, bahkan tidak harus menunggu akhir jaman,

Maukah kukabarkan pada kalian apa yang lebih aku takutkan bagi kalian menurutku dibanding dari fitnah Al masih Ad Dajjal?” para sahabat berkata tentu ya Rosulullah” kemudian beliau bersabda Syirik khofi / syirik yang samar, dimana seeorang sholat lalu ia perbagus sholatnya agar dilihat orang lain( HR Ibnu Majah )

Ternyata Rosulullah lebih takut kita melakukan syirik yang samar dibanding fitnah dajjal, karena syirik samar seringkali kita lakukan tanpa kita menyadarinya, menghapuskan pahala dari ibadah yang dilakukan bukan karena Allah.
Rajin puasa sunah kemudian berupaya agar orang tahu kalau kita puasa sunah dengan posting akan, sedang atau sudah berbuka puasa
Rajin baca alquran kemudian mengatakan target baca hari ini sudah tercapai dan semacamnya, 
Bercerita saat prosesi haji agar diketahui sudah berhaji
Dan banyak lagi kerikil  syirik khofi mengganggu niat awal ibadah, atau ditengah proses, bahkan diakhir dari ibadah yang kita lakukan.

Berhati hatilah wahai sahabatku yang sholeh
Jaga niat ibadah dari awal hingga akhir, selalu minta perlindungan Allah dari godaan yang menggelincirkan, dan perbanyak istigfar, semoga ibadah yang kita lakukan tidak rusak karena pujian yang datang dari orang lain.

Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat.” (QS. Asy-Syuuraa: 20)

Janganlah kita menjadi orang yang merugi, merasa telah melakukan amal akherat, berharap mendapatkan keuntungan akherat namun sesungguh Allah menilai kita hanya mencari sedikit keuntungan dunia, dan sedikit pula yang kita dapatkan didunia tanpa hasil apapun di akherat.
Semoga nasehat ini menyadarkanku, menyadarkanmu, dan menyadarkan siapapun yang mau mengambil pelajaran. Amin. 

Minggu, 14 Agustus 2016

MEMAKNAI SEBUAH DOA

MEMAKNAI SEBUAH UJIAN
( Andi Abi Abdullah )


Sahabat sahabatku yang rajin berdoa,

Salah satu doa yang sering kita panjatkan adalah sebuah doa yang diajarkan oleh Rosulullah Saw yang berbunyi

“Ya muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘alaa diinik ,
Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.”

Dalam doa tersebut kita meminta diteguhkan hati atas Islam, yang berarti dikuatkan iman agar kuat dalam menghadapi cobaan. Lalu apakah Allah akan memberi dengan Cuma Cuma permohonan ini?
Ada sebagian yang diberi Cuma Cuma, namun tidak sedikit oleh Allah diberi ujian dan cobaan untuk membuat kita layak dan siap menerima kekuatan iman.
Apakah kita bisa memilih ujian tersebut?

TIDAK!!!
Bahkan Allah sering kali memberi ujian secara mendadak, tanpa peringatan, tak mengenal waktu. Ujian itu bisa berupa kesulitan ekonomi yang cukup lama,
Bisnis yang terganggu, keluarga yang retak, nama baik yang tercoreng, anak sakit, dan berbagai kesulitan yang lainnya.
Saat itulah sebenarnya Allah sedang memproses doa yang kita panjatkan, doa agar diteguhkan dalam islam, doa agar dikuatkan dalam iman, melalui berbagai ujian tadi, apakah kemudian kita berhasil melewatinya dengan baik, ataukah kita gagal mendapatkan anugerah dan kemuliaan dari Allah.,
Sahabatku yang rajin berdoa,
Bila saat ini kesulitan hidup sedang engkau hadapi apapun itu, maka tersenyumlah, dan yakini ini adalah bagian dari rencana Allah , rencana terbaik untuk mengabulkan doa doa yang kita panjatkan, apabila kita mampu melewati kesulitan ini dengan baik.

Semoga gelapnya malam berganti pagi, matahari segera terbit, dan kebahagiaan dalam keberkahannya segera kita nikmati, amin.

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui."

Surah Al-Baqarah ayat 216.


Selasa, 26 Juli 2016

*CARILAH TEMAN  SURGA*
( Andi Abi Abdullah )

Sahabatku calon ahli surga,
Setiap kita saat ini memiliki teman, saudara, sahabat, bahkan keluarga yang sering kali tertawa bersama, asyik saat makan bersama, rame ketika berbagi cerita.
Namun apakah kehadiran mereka saat ini turut membantu kita meniti jalan menuju surga ataukah sebaliknya?
Kita semua sadar bahwa hidup ini sangat sebentar, dan kematian pasti datang
Kita faham bahwa tempat kita sesungguhnya bukanlah dunia ini, namun akherat yang abadi ( neraka atau surga ? )
Bahkan kita sangat mengerti untuk meraih surga tersebut kita harus sangat hati hati meniti jalan hidup yang panjang dan penuh onak duri ini.
Maka bersyukurlah kita yang memiliki teman yang bersedia meniti jalan bersama sambil saling mengingatkan untuk hati hati, mengingatkan ketika ada duri, menyemangati ketika kita lelah, menentramkan ketika kita gelisah, meluruskan ketika kita salah......inilah teman yang akan menemani kita ke surga wahai sahabatku.
Janganlah terlalu asyik dengan pertemanan yang semu, yang hanya mencari gelak tawa
Jangan terlena dengan pertemanan yang kering tanpa nasehat, karena bisa mengeraskan hati kita
Jangan tenggelam dalam pergaulan yang hanya mengejar dunia, karena disana akan membuat kita rakus dan serakah.
“Seseorang itu tergantung pada agama temannya. Oleh karena itu, salah satu di antara kalian hendaknya memperhatikan siapa yang dia jadikan teman (HR Abu Dâwud no. 4833 dan at-Tirmidzi no. 2378. (ash-Shahîhah no. 927)”
Disadari atau tidak, kualitas teman akan sangat berpengaruh dalam prilaku kita, teman akan banyak mewarnai pemikiran, sikap, kebiasaan dan prilaku kita sehari hari, apalagi kalau iman kita sedang lemah dan kita jauh dari orang orang sholeh, mudah bagi kita untuk terus jauh dan menjauh dari jalan Allah, cepat atau lambat, namun kita serasa nyaman karena ada “teman” yang berprilaku sama.
Maka perbanyaklah teman yang baik wahai sahabatku, yang mampu menasehati, yang bisa mengingatkan, yang bisa mengajarkan kebaikan, hingga kebersamaannya menjadikan jalan penguatan iman.
Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar. ( At Taubah: 119)
Allah telah ingatkan  dalam ayat tersebut, agar kita memiliki kebersamaan dengan orang yang benar, orang yang sholeh agar kita terjaga.
Teman juga bisa menjadi jalan kita introspeksi diri, lihatlah siapa teman yang paling sering kita temui, siapakah teman yang selama ini nyaman dengan kita, kualitas teman tersebut adalah gambaran kualitas diri kita. Semoga dengan kesadaran untuk mencari teman yang baik membuat kita terpacu untuk menjadi lebih baik, agar dicari orang lain untuk menjadi temannya.
Siapakah teman kita saat ini?


Senin, 20 Juni 2016

HILANGNYA AMAL KARENA SOMBONG

HILANGNYA AMAL KARENA SOMBONG
( Andi Abdi Abdullah )

Sahabatku yang lembut hati,
Salah satu penyakit hati yang sangat berbahaya adalah sombong, merasa lebih baik dari orang lain, merasa lebih sholeh, merasa lebih kaya, merasa lebih berilmu dan merasa lebih beriman dari orang lain.
Ketika perasaan ‘merasa’’ ini sudah hinggap didalam hati kita maka cenderung akan sulit menerima nasehat, apalagi  yang datang dari orang yang di anggap lebih rendah dari diri kita. Mudah sekali kita menolak kebenaran yang disampaikan hanya karena kita tahu kekurangan penyampai, gampang sekali kita menolak nasehat hanya karena kita merasa lebih baik dari penyampai, padahal belum tentu keadaan yg sebenarnya seperti yang kita fikirkan.

Sifat sombong seperti ini sangat berbahaya wahai sahabatku, Karena sombong akan menghabiskan upaya kita mengumpulkan pahala, Menyebabkan kebencian dari Allah, dan neraka tempatnya untuk kembali
Segala amal kebaikan bisa terhapus habis karena sifat sombong ini.

Rasulullah juga bersabda:
“bahwa siapa yang memuji dirinya sendiri atas suatu amal shalih berarti sudah tersesat dari mensyukurinya dan gugurlah segala amal perbuatannya.
“Adapun amal-amal yang membinasakan adalah berprilaku kikir, mengikuti hawa nafsu dan membanggakan diri.
“”Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.

Apakah kita selama ini sering melakukan hal seperti itu?
Senang memuji diri sendiri, memancing orang lain agar memujinya, menyebarkan kebaikan di media silosial dan menikmati pujian yang datang setelahnya,
Menolak ketika mendapatkan nasehat karena merasa lebih tahu
Meremehkan kebaikan yang disampaikan karena merasa lebih mulia,
Bila kita masih sering melakukan hal tersebut maka segeralah bertaubat wahai sahabatku, dan segera perbaiki diri, jangan sia siakan amal ibadah kita dengan menghapus pahalanya dengan sifat sombong.
Janganlah kita salah menuju tempat kembali dengan memilih jalan menuju neraka karena kesombongan yang kita pelihara, dan kita nikmati kesombongan yang melenakan itu.

“Masuklah kamu ke pintu-pintu neraka Jahannam, sedang kamu kekal di dalamnya. Maka itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong.” (QS. Mukmin: 76)

Sahabatku yang rendah hati,
Biasakanlah saling menasehati, untuk melembutkan hati kita, menjadikan diri mudah menerima kebenaran dari siapapun, sering seringnya menghitung kekurangan diri, dan menghitung kebaikan orang lain agar hati kita menjadi lembut, dan terhindar dari sifat sombong.
Semoga ramadhan kali ini mampu mengajarkan kita menjadi pribadi yang rendah hati, lembut, dan terhindar dari bahaya sifat sombong, semoga amal ibadah yang kita lakukan selama ini terutama di bulan istimewa ini akan tetap bertahan dan tidak hilang karena sifat sombong sehingga mampu menyelamatkan kita dihari perhitungan nanti, amin.



Selasa, 14 Juni 2016

HIDUP ADALAH UJIAN

HIDUP ADALAH UJIAN
( Andi Abi Abdullah )

Hidup adalah ujian sahabat,
Apapun kondisimu, itu adalah bentuk ujian dari Allah untuk melihat seberapa besar iman bersemayam didalam hati
Harta yang melimpah apakah membuatmu rajin bersyukur? Makin taat kepada Allah?
Di himpit kesulitan apakah membuatmu bersabar dan memohon hanya kepada Allah?
Bergaul dengan orang sholeh, apakah engkau mengambil pelajaran darinya?
Bergaul dengan pelaku maksiyat apakah membuatmu selalu berhati hati terjerumus? Atau kita merasa suci dan alim?
Orang lain bersikap hormat dan santun kepada kita, apakah membuat kita merasa besar?
Orang lain kasar dan tak beretika, apakah kita membalas dengan sikap yang sama?
Dan masih banyak lagi, kejadian yang ada di sekitar kita dan sesungguhnya adalah ujian dari Allah apakah kita mampu mengambil pelajaran darinya atau tidak.

Hidup adalah ujian sahabat,
Kami mengujimu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami.” (QS. Al-Anbiyaa: 35)
Baik buruk, sehat sakit, halal haram, semua adalah bagian dari cara Allah untuk melihat seberapa istiqomah kita dengan syahadat yang di ucapkan, seberapa yakin  kepada-Nya. Karena dari proses itu kemudian kita akan mendapatkan balasan sesuai dengan kualitas yang dimiliki.
Apa yang kita miliki saat ini, baik ilmu, harta, sehat, keluarga, lingkungan adalah ujian Allah, dengan itu semua apakah yang kita perbuat?
Apa yang tidak kita miliki adalah ujian dari Allah, apakah  bisa bersabar, tidak mengambil apa yang dimiliki orang lain dengan cara batil, tidak menghujat, tidak mengupayakan dengan cara salah, atau malah memotivasi kita dengan cara yang benar untuk meraihnya.

Hidup adalah ujian sahabat,
Kapan ujian ini akan berakhir? Ketika kualitas kita sudah diketahui, dan tulisan takdir sudah terpenuhi,  hingga surga dan neraka yang Allah siapkan terasa adil oleh kita, karena memang kesitulah tempat yang sesuai unytuk kualitas kita.